Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Gunung Leuser Mengikuti PKM Internasional Bersama UniSIRAJ di Malaysia, Angkat Isu Pengelolaan Sampah Organik

Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Gunung Leuser Mengikuti PKM Internasional Bersama UniSIRAJ di Malaysia, Angkat Isu Pengelolaan Sampah Organik

Humas UGL –Kuala Perlis, Malaysia– Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Gunung Leuser (UGL) sukses menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional bekerja sama dengan UniSIRAJ (Kolej Universiti Islam Perlis) pada Senin, 24 November 2025, bertempat di Kuala Perlis, Malaysia. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan mahasiswa dari berbagai negara dan lintas disiplin ilmu, di antaranya Indonesia, Malaysia, dan Sudan.

PKM internasional tersebut mengangkat subtema “BSF Maggot Waste-for-Credit Cooperative with Biofilter for Converting Organic Waste into Feed & Fertilizer”, yaitu sebuah inovasi pengelolaan sampah organik berbasis larva Black Soldier Fly (BSF). Tema ini menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi biokonversi sebagai solusi konkret dalam mengurangi timbunan sampah organik yang terus meningkat di kawasan Asia Tenggara.

Hadir sebagai pembicara utama dua dosen dari Prodi Pendidikan Biologi UGL, yakni Bapak Mhd. Al Amin Nasution, S.Pd., M.Si. dan Ibu Nursafiah, S.Pd., M.Si. Keduanya memaparkan strategi penerapan budidaya maggot BSF sebagai pendekatan berkelanjutan untuk mengonversi sampah organik menjadi pakan ternak dan pupuk ramah lingkungan, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan juga dirangkaikan dengan simulasi dan praktik lapangan mengenai pembuatan media pancing maggot serta pengoperasian biofilter pengolahan sampah organik. Momen praktik langsung ini menjadi salah satu bagian yang paling antusias diikuti oleh peserta, karena memberikan pengalaman nyata dalam menerapkan teknologi pengelolaan sampah berbasis BSF.

Dengan terselenggaranya PKM internasional ini, UGL berharap tercipta jejaring akademik antarnegara, sekaligus mendorong peningkatan literasi dan peran generasi muda dalam pembangunan lingkungan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata untuk memperkuat kolaborasi global dalam bidang edukasi dan inovasi pengelolaan sampah. (R)