
PENULIS: Tim (Riska Aramita, Jarni Sahara, Dani Samsinar)
Fakultas Ekonomi, Universitas Gunung Leuser (UGL)
ACEH TENGGARA
Bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang kabupaten aceh tenggara, Aceh pada tanggal 26-29 november 2025 lalu. Masih berdampak besar terhadap kestabilitasan ekonomi masyarakat yang cenderung menurun sebelum terjadinya bencana alam .kerugian ekonomi masyarakat diakibatkan karena banyaknya infrastruktur umum yang rusak akibat bencana seperti jalan umum,jembatan,sekolah,rumah warga,dan perkebunan masyarakat .
Kawasan yang mengalami kerusakkan yang besar merupakan sektor wisata dan cagar alam yang ada di aceh tenngara terkhususnya di wilayah ketambe sebagai icon wisata di aceh tenggara yang terletak di kawasan taman nasional gunung leuser sehingga sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi masyakat di sekitarnya di sektor pariwisata dan umkm masyarakat sekitar.
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dampak kerusakan infrastruktur akibat bencana alam terhadap aktivitas ekonomi, pendapatan masyarakat, serta keberlangsungan kehidupan sosial ekonomi di Kecamatan Ketambe. Hal ini menjadi fokus utama pada penelitian mahasiswa fakultas ekonomi UNIVERSITAS GUNUNG LAUSER yang menilai besarnya penurunan ekonomi masyarakat karena dampak dari bencana yang mengakibatkan rusaknya fasilitas umum,infrastruktur berupan jalan dan jembatan, serta perkebunan yang merupakan sektor utama kegiatan ekonomi masyarakat
Pentingnya infrastruktur bagi aktivitas ekonomi masyarakat kecamatan ketambe
Infrastruktur merupakan fondasi utama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Jalan, jembatan, pasar, dan fasilitas publik lainnya berperan penting dalam mempermudah mobilitas, dalam distribusi barang dan jasa pada bidang perdagangan,pertanian dan pariwisata yang merupakan sektor penting dalam perekonomian massyarakat. Serta infrastruktur merupakan akses penting bagi masyarakat terhadap layanan dasar seperti layanan kesehatan maupun layanan publik lainnya.
infrastruktur di kawasan kecamatan ketambe menjadi organ vital bagi sektor ekonomi masyarakat sekitar dan masyarakat di kabupaten gayo lues yang merupakan akses satu satunya jalan penghubung antara kabupaten aceh tenggara dan gayo lues sehingga dampak kerusakkan jalan ini berdampak besar bagi jalur distribusi barang dan jasa pada masyarakat yang mengakibatkan terjadinya barang barang yang menjadi hasil panen menjadi over supply sehingga mengalami penurunan harga barang yang signifikkan dan barang barang yang masuk dikawasan ketambe mengalami kenaikkan harga hingga dua kali lipat seperti gas dan minyak serta kebutuhan pokok yang merupakan kebutuhan berasal dari distribusi dari luar daerah .
Kondisi Infrastruktur dan Kerentanan Bencana di Kecamatan Ketambe
Kecamatan Ketambe memiliki kondisi geografis yang didominasi oleh daerah pegunungan dan aliran sungai. Kondisi ini menjadikan wilayah tersebut rentan terhadap banjir bandang dan tanah longsor, terutama pada musim hujan. Infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan desa-desa sering mengalami kerusakan, bahkan terputus total.
Keterbatasan kualitas infrastruktur serta minimnya perawatan memperbesar risiko kerusakan saat bencana terjadi. Akibatnya, akses masyarakat terhadap pusat perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan menjadi terganggu.
Akibat terjadinya bencana alam ini ada beberapa desa yang mengalami kerusakkan berat yaitu desa kati maju,bener berpapa,lawe penanggalan,leuser,ketambe,simpur dan desa rumah bundar yang terletak pada ruas jalan utama penghubung kabupaten aceh tenggara dan kabupaten gayo lues sehingga diantara desa tersebut mengalami kondisi terisolasi.
Menurut ruslan “ kejadian bencana alam yang terjadi merupakan bencana yang paling parah dalam kurun waktu beberpa tahun kebelakang karena tidak hanya merupakan naiknnya debit sungai lawe alas karena intesitas hujan yang terjadi kwasan tersebut namun juga adanya kiriman air dari kabupaten gayo lues yang merupakn hulu dari sungai lawe alas sehingga intensitas debit air sungai mengalami kenaikkan tinggi yang mengakibatkan terjadinya pengikisan ke ruas jalan utama dan putusnya jembatan penting dalam jalur penghubung masyarakat sekitar”ujarnya.

Dampak Kerusakan Infrastruktur terhadap Kegiatan Ekonomi masyarakat
Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam berdampak signifikan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat Kecamatan Ketambe. Terputusnya akses jalan menyebabkan terhambatnya distribusi perdanganggan,pertanian,dan pariwisata sebagai sektor utama dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Dan dampak paling besar di sektor pertanian yang merupakan pokok utama penghasilan masyarakat sekitar yang mengalami sto berlebihan yang tidak bisa di distribusikan ke luar kawasan tersebut sehingga barang barang komoditi panen hanya bisa di distribusikan di kawasan tersebut mengakibatkan harga anjlok dari harga pasar contohnya hasil panen buah buah lokal di kawasan ketambe seperti durian,langsat dan manggis.
Selain itu, aktivitas perdagangan lokal juga mengalami penurunan dikarenakan kenaikkan harga yang besar terutama dalam barang kebutuhan pokok masyarakat seperti beras,miyak,dan lainya.dan kenaikan ini terjadi karena terbatasnya stock barang yang terbatas dan kenaikkan biaya transportasi karena susahnya akses jalan untuk menembus kawasan tersebut.
Menurut saiful bahri (pengulu desa lawe penanggalan) “ akibat bencana alam yang terjadi aktivitas masyarakat menjadi terhambat baik di bidang perkebunan,perdaganggan, maupun kegiatan lainnya sehingga produktivitas penghasilan masyarakat menurun drastis.
Selain itu pada saat bencana terjadi aktivitas pada pusat perbelanjaan masyarakat sempat terhenti karena akses dan infrastruktrur masyarakat tidak memadai dan pada pekan jum’at yang di desa lak lak tempat dilakukan namun minat beli masyarakat turun drastis dari biasanya ujar” ibu diana selaku pedagang di kawasan tersebut.
Kerugian yang dialami oleh masyarakat
Dalam peristiwa bencana yang terjadi ada 90 rumah rusak diantaranya 63 rumah hanyut dibawa arus sungai dan 27 rumah dibongkar karena berpotensi mengalami kerusakkan pada saata bencana terjadi serta ada 3 penginapan yang hancur akibat banjir serta 2 sekolah yang dimana satunya merupakan pondok pesantren dan kawasan perkebunan masyarakat .
Secara ekonomi kerugian masyarakat sangat besar dikarenakan terjadinya kenaikkan harga pokok kerusakkan rumah dan bangunan serta menurunnya daya minat beli masyarakat dan gagalnya hasil panen akibat rusaknya lahan perkebunan akibat banjir.
Kerugian yang dialami masyarakat tidak hanya berupa berbentuk material namun inmaterial seperti adanya korban jiwa dan dampak psikologis pada masyarakat. Pengulu desa lawe penanggalan menyebut ada 16 korban jiwa 10 diantaranya meninggal dunia 5 selamat dan satu korban belum ditemukan hingga saat ini.
Tidak hanya korban jiwa tetapi pada saat di posko evakuasi masyarakat mengalami sakit sakit seperti gatal gatal,pilek dan demam
Upaya Pemulihan dan penanganan pasca bencana
Untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, diperlukan upaya pemulihan infrastruktur secara cepat dan berkelanjutan pascabencana. Pemerintah daerah perlu meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap bencana serta memperkuat sistem mitigasi dan peringatan dini.
Di kecamatan ketambe sendiri ruas jalan sudah mulai dilakukan rekontruksi seperti pembuatan tanggul untuk menahan aliran air yang berada di tepi sungai serta pemadatan jalan yang hancur akibat terjanggan banjir,dan pembangunan jembatan jembatan darurat di beberapa titik seperti di desa lawe mengkudu dan desa lawe penananggalan serta adanya pemindanhan ruas jalan di berbagai titik di kecamtan ketambe.
Pada hari selasa 3 februari 2026 nampak beberapa alat berat di beberapa titik yang sudah bekeja untuk perbaikan ruas jalan utama dan perkiranaan pembangunan ruas jalan ditargetkan rampung dalam kurun waktu satu tahun .” ujar kepala desa lawe penanggalan (saiful bahri)
Serta pada sektor pendidikkan masyarakat membangun sekolah darurat di tempat yang aman selama berlangsungnya perbaikan sekolah yang mengalami kerusakkan dan pembangunan sekolah juga dibantu oleh masyarakat sekitar seperti pembersihan dan mengangkut material pembangunan.
kesimpulan Kerusakan infrastruktur akibat bencana alam di Kecamatan Ketambe memiliki dampak besar terhadap kestabilan ekonomi masyarakat. Terhambatnya akses dan aktivitas ekonomi menyebabkan penurunan pendapatan dan meningkatkan kerentanan sosial ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana serta strategi pemulihan ekonomi yang berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan masyarakat Kecamatan Ketambe terhadap bencana alam di masa mendatang.

